PEMBELAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS)

Disampaikan Bp.Basri Hananta
Pamong Belajar
BP PAUD dan Dikmas DIY

“HOTS adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi”.“HOTS adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar”

Mengapa Hots harus dilatih sejak dini?

Anak seharusnya mampu melakukan percobaan danpenelitian sendiri. Guru, tentu saja, bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan BAHAN YANG TEPAT, tetapi yang terpenting agar anak dapat memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, ia harus menemukan sendiri”(Jean Piaget ,1972, p. 27)

Bagaimana implementasi Hots di TK?

MENGAMATI

Mengamati dilakukan dengan:
a.Melihat (baik langsung maupun dengan alat)
b.Mendengar
c.Meraba, menyentuh dan menekan
d.Menghirup
e.Mengecap

  • Anak membutuhkan waktu dan kesempatan berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan
  • Semakin optimal indera yang digunakan, semakin banyak informasi yang diterima dan diproses dalam otak anak
  • Pengulangan diperlukan untuk menguatkan persambungan antar sel otak

MENANYA

Menanya sebagai salah satu proses mencari tahu atau mengkonfirmasi atau mencocokan dari pengetahuan yang sudah dimiliki anak dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajarinya.

Anak dapat menanya dengan bahasa verbal, gesture dan ekspresi wajah; Anak bertanya, mengarahkan badan atau menunjuk, atau anak memperhatikan terus menerus pada obyek.

Stimulasi dengan pertanyaan terbuka
(jawaban bebas); Menurutmu, apa yang menyebabkan air ini manis ? Mengapa burung bisa terbang ?

MENGUMPULKAN INFORMASI
Mengumpulkan informasi adalah keterampilan mengumpulkan berbagai informasi dari hasil mengamati & menanya.

Guru perlu mengecek “seberapa banyak” informasi yg diperoleh melalui indera2 anak

MENGASOSIASI

Kegiatan mengasosiasi merupakan proses dimana anak menghubungkan pengalaman baru dengan pengetahuan lama.

Tahap asosiasi dibangun melalui3 kegiatan utama,yaitu:

  • membandingkan(comparing),
  • mengelompokkan(clasiffiying),
  • pengukuran(measuringusingtools)

MENGOMUNIKASIKAN

  • Kegiatan mengomunikasikan merupakan kegiatan anak untuk menyampakan hal-hal yang telah dilakukan dalam berbagai bentuk, misal: gambar, hasil karya, cerita, yang disampaikan dalam kelompok
  • Proses mengomunikasikan adalah proses penguatan pengetahuan terhadap pengetahuan baru yang didapatkan anak
  • Penebalan pada proses
  • persambungan antar sel otak

Proses HOTS lebih ditekankan pada merangsang dan mengaktifkan fungsi indera sehingga kelak menjadi alat kerja efektif dalam hidup pendidik

Dukungan Guru agar anak memiliki kemampuan HOTS

  • Menuntun anak untuk memunculkan hasrat main
  • Mendorong anak dengan kata-kata untuk bermain
  • Mendorong anak secara fisik untuk bermain
  • Menyusun sebuah masalah untuk dipecahkan anak
  • Mengarahkan permainan dengan teman lain

Model-Model Pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill)

  1. Model Pembelajaran Melalui Penyingkapan / Penemuan
  2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
  3. Model Pembelajaran Berbasis Projek

Model Pembelajaran Penemuan
Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferensi.
Tujuan
untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan

Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan,dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).
Tujuan
untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan

Karakteristik:

  • masalah digunakan sebagai awal pembelajaran;
  • biasanya masalah yang digunakan merupakan masalah dunia nyata yang disajikan secara mengambang (ill-structured);
  • masalah biasanya menuntut perspektif majemuk (multiple-perspective);
  • masalah membuat pembelajar tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru;
  • sangat mengutamakan belajar mandiri;
  • memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi, tidak dari satu sumber saja, dan
  • pembelajarannya kolaboratif, komunikatif dan kooperatif. Karakteristik ini menuntut peserta didik untuk dapat menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama kemampuan pemecahan masalah.

Model Pembelajaran Berbasis Proyek
model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah, dilakukan secara berkelompok/mandiri melalui tahapan ilmiah dengan batasan waktu tertentu yang dituangkan dalam sebuah produk untuk selanjutnya dipresentasikan kepada orang lain.
Tujuan
untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan

Karakteristik:

  • Penyelesaian tugas dilakukan secara mandiri dimulai dari tahap perencanaan, penyusunan, hingga pemaparan produk
  • Peserta didik bertanggung jawab penuh terhadap proyek yang akan dihasilkan
  • Proyek melibatkan peran teman sebaya, guru, orang tua, bahkan masyarakat
  • Situasi kelas sangat toleran dengan kekurangan dan perkembangan gagasan

Contoh penerapan Kalimat Hots (Tema Kebutuhanku)

  1. Lihat dimeja ada air , teh dan gula, kira-kira apa yang akan kita dibuat nanti?
  2. Apa yang diperlukan untuk membuat teh?
  3. Apa yang diperlukan agar teh menjadi manis?
  4. Alat apa yang digunakan untuk membuat teh?
  5. Mana yang lebih banyak isinya air yang ada pada dua gelas ini?
  6. Apa yang terjadi jika air yang digunakan untuk membuat teh airnya dingin?
  7. Apa yang terjadi jika air teh ini tidak diberi gula?
  8. Ibu lihat hari ini anak-anak senang , Apa yang membuatmu senang?
  9. Apakah kamu bisa mebuat teh sendiri?
  10. Coba sekarang anak-anak praktek membuat teh sendiri!
  11. Bisakah kamu menceritakan bagaimana cara membuat teh?

12 tanggapan untuk “PEMBELAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS)

Tinggalkan Balasan ke Anjar Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: